Search This Blog

Gambar tema oleh MichaelJay. Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Halaman

Ikuti Kami

Ikuti Kami di Instagram

Berlangganan Artikel

Minggu, 30 Juli 2017

Menyuburkan Tanah Kembali dengan Pupuk Kompos


Selama ini, banyak petani yang mengandalkan pupuk berbahan kimia untuk mendapatkan hasil panen yang diinginkan. Tapi tahukah anda, bahwa penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat merusak kualitas tanah ? Hal ini yang menyebabkan unsur hara pada tanah hilang sehingga tanah menjadi sulit untuk ditanami.

Dari fenomena diatas, muncul ide dari mahasiswa S1 Agroteknologi bernama Pramastia Yoga yang akrab disapa Yoga. Anggota kelompok KKN 7 UTM ini ingin menggalakkan penggunaan pupuk kompos yang berasal dari sisa panen dan kotoran ternak agar unsur hara dalam tanah kembali normal. Seperti yang kita ketahui tanah di pulau Madura memiliki karakteristik kering.

Pelatihan ini dilaksanakan pada Hari Jum'at, 28 Juli 2017 di sekitar pos kamling Desa Banyubesi dan diikuti oleh para petani Desa Banyubesi. Bahan - bahan yang digunakan untuk membuat pupuk kompos ini yaitu jerami, kotoran ternak, gula pasir, dan bakteri EM-4 yang bisa diperoleh di toko pertanian. Cara membuatnya sederhana, yang pertama jerami dicacah, kemudian diaduk dengan kotoran hewan. Siapkan air 1 ember, dan masukkan 3 tutup botol bakteri EM-4. Encerkan gula putih, kemudian masukkan ke dalam ember yang sudah berisikan campuran air dan bakteri EM-4. Setelah itu, siram adukan jerami dan kotoran ternak dengan campuran bakteri EM-4 yang telah dibuat, lalu aduk hingga rata. Kemudian masukkan ke dalam karung.



"Larutan gula putih berfungsi untuk menghidupkan bakteri EM-4 dan memberikan makanan untuk bakteri EM-4 agar bisa tumbuh, pupuk kompos akan terbentuk dalam jangka waktu 1 bulan. Dalam waktu tersebut, jangan sampai pupuk terkena air hujan.", papar Yoga dalam pelatihan tersebut. Para peserta pelatihan sangat senang dengan adanya pelatihan kali ini.

"Semoga saja dengan adanya pelatihan ini dan penggunaan pupuk kompos, tanah sawah disini menjadi lebih subur." Ucap salah satu peserta pelatihan.

Jumat, 28 Juli 2017

Pelatihan Instalasi Listrik Rumah Tangga untuk Pemuda Desa Banyubesi


Apa yang akan anda lakukan jika lampu di rumah tidak bisa menyala padahal sudah mengganti lampu dengan yang baru ? Memanggil orang yang ahli di bidangnya ? Bisa saja, namun itu cara lama. Bisa jadi yang rusak hanyalah tombol on/off dari lampu tersebut putus dan hanya membutuhkan sedikit perbaikan.

Ide untuk pelatihan ini digagas oleh Umar Faruq, anggota kelompok KKN 7 UTM jurusan S1 Teknik Elektro yang sering memperbaiki kerusakan listrik dalam rumah tangga seperti rusak steker, rusak tombol on/off, dan kerusakan kecil lainnya. Faruq ingin memberikan edukasi kelistrikan dasar rumah tangga kepada warga desa Banyubesi khususnya para pemuda.

Bertempat di halaman posko KKN 7 UTM, Faruq berbagi ilmu kelistrikan yang ia miliki kepada peserta pelatihan yang semuanya adalah pemuda. Ia menerangkan bahwa sebenarnya memperbaiki listrik itu mudah, asalkan kita harus cermat dan hati - hati agar tidak terjadi hal - hal yang tidak diinginkan. Faruq sendiri mengaku sudah tersengat listrik beberapa kali saat ia sedang memperbaiki kelistrikan. "Alhamdulillah, meski saya bolak-balik kesetrum, saya masih hidup", ucap Faruq sambil tertawa.

Pelatihan yang diberikan cukup sederhana, yaitu bagaimana cara membuat rangkaian listrik untuk lampu kamar, merakit stop kontak, dan hal yang harus dilakukan jika ada alat listrik rumah yang rusak. Para peserta tampak antusias dalam mengikuti pelatihan tersebut.

Kamis, 27 Juli 2017

Inovasi Rasa pada Kerupuk Nasi Produksi Desa Banyubesi



Kerupuk nasi, begitu mendengar namanya mungkin yang akan terlintas di pikiran kita adalah kerupuk yang terbuat dari beras dan rasanya bisa dibilang biasa saja. Memang benar, kerupuk nasi terbuat dari beras, namun bagaimana jika rasanya menjadi tidak biasa ? Ide memberikan rasa pada kerupuk nasi ini muncul dari pemikiran Kelompok KKN 7 UTM. Hal ini bertujuan selain untuk memberikan rasa yang berbeda dari kerupuk nasi, juga untuk meningkatkan nilai jual dari kerupuk nasi itu sendiri.

Pelatihan pembuatan inovasi rasa kerupuk nasi ini dilaksanakan tanggal 24 Juli 2017 di halaman posko KKN 7 UTM. Peserta pelatihan berasal dari ibu rumah tangga Desa Banyubesi yang sering memproduksi kerupuk nasi di rumahnya. Perasa yang digunakan yaitu perasa balado, keju, dan barbeque. Para ibu - ibu terlihat bersemangat dalam mengikuti pelatihan kali ini.


"Rasanya enak, tidak seperti kerupuk nasi biasanya yang rasanya hanya begitu - begitu saja", ucap salah satu peserta pelatihan. Diharapkan dengan adanya pelatihan pembuatan inovasi rasa kerupuk nasi ini, dapat mendongkrak perekonomian warga Desa Banyubesi yang memiliki home industry berupa kerupuk nasi.

Selasa, 25 Juli 2017

Dodol Jagung, Inovasi Produk Olahan Jagung Desa Banyubesi


Salah satu komoditi yang banyak ditanam oleh petani Desa Banyubesi adalah jagung. Jagung sendiri merupakan tanaman yang banyak ditanam oleh petani di Madura. Biasanya, jagung banyak dikonsumsi sebagai campuran untuk nasi maupun untuk pakan unggas. Hal ini menjadikan jagung sebagai salah satu komoditas utama di pulau Madura.

Ada berbagai olahan jagung yang sering kita jumpai, seperti nasi jagung dan bubur jagung. Namun bagaimana jika jagung dibuat dodol ? Biasanya, dodol dibuat dengan bahan dasar tepung ketan. Tetapi berbeda dengan ide dari Kelompok KKN 7 UTM. Mereka membuat dodol dengan bahan dasar jagung, namun rasanya tak kalah enak dengan dodol pada umumnya.

Suasana saat pelatihan pembuatan dodol jagung.

Bahan - bahannya sederhana. Bubur jagung, tepung ketan, gula pasir, gula merah cair, mentega, garam dapur, vanili, dan santan kelapa. Cara membuatnya pun cukup mudah, campurkan bubur jagung, santan, gula merah cair, mentega, dan gula pasir, lalu didihkan diatas api sedang sambil diaduk - aduk sampai adonan mengental, tambahkan tepung ketan yang sudah dicairkan agar adonan tidak menggumpal saat dimasak. Aduk terus hingga dodol matang, ciri - ciri dodol yang sudah matang yaitu adonan akan kalis dan tidak lengket.

Pelatihan pembuatan dodol jagung kali ini dilaksanakan oleh Kelompok KKN 7 UTM di rumah kepala desa Banyubesi. Masyarakat tampak antusias dalam mengikuti pelatihan kali ini. Salah satu warga yang mengikuti pelatihan pembuatan dodol jagung ini berharap dengan adanya pelatihan dodol jagung ini, perekonomian desa Banyubesi dapat meningkat.


Senin, 24 Juli 2017

Rapat Pembentukan Kepengurusan Karang Taruna Desa Banyubesi

Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi dengan perangkat desa Banyubesi mengenai pembentukan Karang Taruna Desa Banyubesi, para pemuda Desa Banyubesi beserta Kelompok KKN 7 UTM menggelar rapat pembentukan kepengurusan Karang Taruna Desa Banyubesi yang dilaksanakan di halaman rumah bapak Kepala Desa.

Rapat ini membahas tentang siapa saja yang akan menjadi pengurus Karang Taruna Desa Banyubesi mulai dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan elemen kepengurusan lainnya. Peserta rapat dihadiri oleh para pemuda yang berasal dari 3 dusun yang ada di Desa Banyubesi. Para peserta tampak antusias dalam mengikuti rapat ini. Sebelum rapat dimulai, bapak Kepala Desa memberikan arahan dan masukan agar rapat bisa berjalan dengan lancar. Bapak Kepala Desa juga berpesan agar rapat ini tidak dilakukan dengan main-main, karena hasil rapat ini akan menentukan masa depan Karang Taruna Desa Banyubesi.

Setelah melewati proses pemilihan yang berlangsung secara kekeluargaan, maka terpilihlah daftar nama pengurus Karang Taruna Desa Banyubesi, antara lain :

Ketua : Mahmudi

Wakil Ketua : Saiful

Sekretaris : Shohib

Bendahara : Bahrus

Wakil Ketua Bidang Kelembagaan dan Pendukung : Zaini

  • Sie Publikasi dan Dokumentasi : Nasrudi
  • Sie Hubungan Kerjasama  : Nisen
  • Sie Pendidikan dan Pelatihan : Lutfi
Wakil Ketua Bidang Program Kerja : Badrus

  • Sie Pelayanan Kesejahteraan Sosial : Samsul
  • Sie Usaha Ekonomi Produktif : Haris
  • Sie Olahraga dan Seni Budaya : Nasrul
Diharapkan dengan terbentuknya Karang Taruna Desa Banyubesi ini, masyarakat setempat terutama yang berusia muda dapat lebih produktif dalam berbagai bidang.



Kamis, 20 Juli 2017

Kelompok KKN 7 UTM Adakan Rapat Koordinasi dengan Perangkat Desa

Perangkat Desa bersama dengan Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Trunojoyo Madura mengadakan rapat koordinasi berkaitan dengan program kerja yang akan dilaksanakan oleh  Kelompok KKN 7 UTM. Hal ini bertujuan agar masyarakat Desa Banyubesi dapat mengetahui program kerja apa saja yang akan dilaksanakan oleh Kelompok KKN 7 UTM.

Salah satu pembahasan yang menjadi permasalahan penting yaitu tentang Karang Taruna Desa Banyubesi. Menurut Kepala Desa setempat, para pemuda di Desa Banyubesi masih sangat awam mengenai Karang Taruna, sehingga Karang Taruna Desa Banyubesi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Padahal jik adilihat dari fungsinya, Karang Taruna akan sangat membantu dalam pemberdayaan masyarakat desa dalam berbagai bidang seperti keorganisasian, budaya, hukum, dan sebagainya. Kepala Desa berharap dengan adanya Kuliah Kerja Nyata ini, Karang Taruna Desa Banyubesi akan segera terbentuk dan berjalan.

Selain itu, program kerja yang diusung oleh Kelompok KKN 7 UTM adalah pembuatan pupuk kompos. Program kerja ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang efek samping penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dan menggunakan pupuk kompos sebagai alternatif yang ramah lingkungan.


Rapat ini juga membahas tentang peringatan 17 Agustus mendatang. Bapak Kepala Desa menerangkan bahwa di Desa Banyubesi tidak ada peringatan 17 Agustus seperti di tempat lain. Dengan dibentuknya Karang Taruna Desa Banyubesi dan adanya Kelompok KKN 7 UTM, masyarakat Desa Banyubesi dapat mewarnai peringatan 17 Agustus dengan berbagai kegiatan seperti lomba, menghias desa, dan lain lain. 

Update terbaru dari kami ?
Subscribe dibawah ini untuk mendapatkan update terbaru dari kami !