Search This Blog

Gambar tema oleh MichaelJay. Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Halaman

Ikuti Kami

Ikuti Kami di Instagram

Berlangganan Artikel

Selasa, 08 Agustus 2017

Belajar Untuk Anti Korupsi bersama Anak-Anak Desa Banyubesi dengan SEMAI


Pendidikan karakter anak merupakan suatu bentuk pembentukan sikap dan nilai-nilai luhur yang dapat ditanamkan dan diterapkan terutama pada anak-anak. Pendidikan karakter ini lebih ditujukan dalam upaya memperkenalkan kepada anak mengenai “sikap anti korupsi” dengan menggunakan media permainan yang menarik dan mendidik.

Dalam kegiatannya, digunakan suatu media permainan yakni “SEMAI” atau singkatan dari Sembilan nilai. Dalam permainan ini mengandung Sembilan nillai yaqng mampu diperkenalkan dan diajarkan pada anak untuk membentuk akhlak dan nilai-nilai positif pada anak dalam kehidupannya sehari-hari. Nilai-nilai itu antara lain nilai kesederhanaan, nilai kegigihan, nilai keadilan, nilai kepedulian, nilai keberanian, nilai bertanggung jawab, nilai kejujuran, nilai kedisiplinan, dan nilai kerja sama.

Sembilan nilai inilah yang coba diperkenalkan dan ditanamkan pada anak-anak sebagai wujud nilai atau sikap anti korupsi dasar yang mampu diterima dan diterapkan oleh anak. Dengan menggunakan metode, dimana anak diberikan pertanyaan deskriptif berbentuk cerita singkat dalam kartu putih, kemudian anak dipersilahkan membaca dan memahami maksud dari cerita tersebut dan menentukan termasuk dalam nilai yang manakah deskripsi dari cerita singkat tersebut. Ketika anak memahami dan mampu menempatkan pertanyaan pada kartu putih sesuai dengan nilai yang benar, maka anak akan diberikan suatu apresiasi atau hadiah sebagai bentuk penghargaan atas jawaban yang benar, tapi apabila anak salah dalam menentukan nilai yang sesuai dengan pertanyaannya maka anak akan diberikan suatu punishment (hukuman). Dalam hal ini, bentuk hukumannya yakni mengambil kartu merah, dimana didalamnya tertulis perintah mendidik yang harus dilakukan sebagai bentuk hukuman seperti menyanyikan lagu kebangsaan, mengatakan “aku sayang ayah, ibu dan teman-temanku” dalam bahasa daerahnya. Hukuman itupun juga tetap ditujukan untuk mendidik anak.

Dari sini, antusiasme anak dalam melakukan permainan pendidikan karakter anti korupsi dengan media “SEMAI” ini dapat terlihat, dimana anak tetap tidak pantang menyerah ketika ia salah menempatkan suatu nilai, mereka tetap mencoba lagi dan lagi untuk memahami nilai-nilai yang ada dalam setiap pertanyaan hingga memperoleh jawaban yang benar. Hal ini tentu menunjukkan semangat yang tinggi pada anak untuk belajar dan memahami pentingnya suatu sikap anti korupsi. 

Pendidikan karakter anak untuk membentuk sikap anti korupsi lewat kehidupan sehari-hari merupakan suatu hal yang penting dan sepatutnya diajarkan pada anak sebagai generasi penerus bangsa. Korupsi sebagai suatu sikap dan tindakan yang menghancurkan masyarakat dan negara haruslah dicegah dengan menanamkan nilai-nilai yang harus diyakini oleh anak sebagai nilai luhur dan wujud akhlak mulia yang mencegah tumbuhnya generasi muda yang bobrok dengan karakter manusianya yang kerdil, karena apada dasarnya anak-anak adalah tunas baru suatu bangsa, penerus kehidupan negara maka sepantasnya pembentukan karakter mulia adalah suatu prioritas utama.

Rabu, 02 Agustus 2017

Menyambut 17 Agustus, Karang Taruna Desa Banyubesi Mulai Mewarnai Desa



Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, biasanya banyak masyarakat desa yang memanfaatkan momen ini untuk menghias desa mereka seunik mungkin, mulai dari menggunakan bendera, umbul - umbul, bahkan lampion. Tak terkecuali Karang Taruna Desa Banyubesi, mereka sudah mulai memasang bendera di sudut - sudut jalan Desa Banyu Besi.

Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi yang dilaksanakan oleh Kelompok KKN 7 UTM dengan perangkat desa. Bapak Kepala Desa menginginkan dalam perayaan HUT RI ke-72 ini, masyarakat Desa Banyubesi dapat merasakan keseruan 17 Agustus. Selain pemasangan bendera, akan diadakan lomba - lomba untuk lebih memeriahkan peringatan 17 Agustus mendatang.

"Untuk lomba - lomba akan dilaksanakan di awal Bulan Agustus ini dan akan di handle oleh Kelompok KKN 7 UTM dan Karang Taruna Desa Banyubesi. Kita laksanakan di awal Agustus karena masa KKN selesai pada tanggal 11 Agustus.", ujar Umar Faruq, Koordinator Desa Kelompok KKN 7 UTM. Masyarakat setempat sangat senang dengan adanya Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus ini.

Update terbaru dari kami ?
Subscribe dibawah ini untuk mendapatkan update terbaru dari kami !