Search This Blog

Gambar tema oleh MichaelJay. Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Artikel Populer

Ikuti Kami

Ikuti Kami di Instagram

Berlangganan Artikel

Senin, 13 Agustus 2018

Kepoin Yuk Kerupuk Bohong Khas Banyubesi


           Kelompok KKN 30 UTM Ciptakan Inovasi dan Branding - Jenis potensi yang ada di Desa Banyubesi, Kecamatan Tragah, Bangkalan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu di sektor pertanian dan sektor industri. Potensi Desa Banyubesi dari segi pertanian yaitu komoditas padi, kacang panjang dan jeruk. Lahan pertanian yang luas serta mata pencaharian mayoritas penduduk (±49% dari total penduduk) sebagai petani mendukung terciptanya produktivitas padi yang tinggi sehingga cakupan pemasaran padi tidak hanya di lingkup Kabupaten Bangkalan saja, namun sampai ke luar daerah (Wilayah Surabaya).
           Potensi di bidang industri yang banyak dikembangkan masyarakat Desa Banyubesi adalah sebagai produsen kerupuk khususnya Kerupuk Bohong. Kerupuk Bohong merupakan sebutan masyarakat setempat terhadap jenis kerupuk yang terbuat dari bahan baku singkong. Proses pembuatan kerupuk ini hampir sama dengan kerupuk tepung atau kerupuk puli pada umumnya yaitu melalui proses perebusan, penirisan, penyisiran menjadi bentuk yang tipis, pengeringan dan penggorengan. Yang membedakan Kerupuk Bohong dengan kerupuk puli pada umumnya adalah bahan baku kerupuk yang berasal dari parutan halus daging buah singkong dan campuran tepung kanji. Hal ini memberikan ciri khas rasa, tekstur dan kerenyahan tersendiri bagi kerupuk satu ini.
         Dibandingkan dengan daerah lainnya di Kecamatan Tragah dan Tanah Merah, kegiatan produksi kerupuk singkong lebih banyak ditemui di Desa Banyubesi khususnya di Dusun Dheringan. Proses pembuatan kerupuk singkong yang cukup rumit karena memerlukan bahan baku singkong yang sudah di haluskan dibandingkan dengan kerupuk puli membuat beberapa produsen dari daerah lain meninggalkan usaha ini dan beralih pada usaha lainnya. Berbeda dengan penduduk di Desa Banyubesi yang telah lama menggeluti usaha kerupuk, selain mengusahakan kerupuk jenis lain seperti kerupuk puli dan kerupuk mie, mereka juga tetap mempertahankan kelestarian kerupuk singkong meski untuk memenuhi kebutuhan akan bahan baku singkong selain dengan melakukan usahatani singkong sendiri mereka juga harus membelinya ke pasar.
           Upaya pemasaran yang dilakukan masyarakat Banyubesi yang bergelut sebagai pengusaha Kerupuk khususnya Kerupuk Bohong hanya melakukan penjualan di pasar-pasar tradisional terdekat seperti Pasar Tanah Merah dan Pasar Patemon. Sehingga kerupuk ini hanya dikenal oleh kalangan masyarakat sekitar pasar tersebut saja. Untuk memecahkan permasalahan tersebut kelompok KKN 30 dari Universitas Trunojoyo Madura (20/07) melakukan beberapa upaya untuk memberikan nilai tambah pada produk.


          Beberapa upaya yang dilakukan yaitu upaya branding produk Kerupuk Bohong dengan memberi label pada kemasan yang menunjukkan ciri khas dari Desa Banyubesi. Kemasan yang digunakanpun diberikan pembaruan dengan menggunakan kemasan plastik standing sehingga produk memiliki tampilan yang lebih menarik. Produk ini juga dikemas dengan beberapa varian rasa seperti balado, chili dan keju, namun varian rasa yang digunakan tersebut tidak  mengurangi ciri khas rasa dari Kerupuk Bohong itu sendiri. Selain itu upaya pemasaran juga dilakukan dengan melakukan mitra dengan beberapa toko yang menyediakan oleh-oleh berupa camilan khas Madura yang ada di Bangkalan. Diharapkan dengan upaya-upaya tersebut produk Kerupuk Bohong memiliki nilai tambah yang menjadikannya lebih menarik dan lebih dikenal masyarakat luas baik lokal maupun non lokal (FajriyahA).
“ Kerupuk Bohong, Enaknya Bukan Bohongan 
😋😋😋

Kepo dengan Videonya Kerupuk Bohong Khas Desa Banyubesi
Tonton Aja Langsung di Bawah, Jangan Lupa Klick Tombol SUBSCRIBE YA..... 

Tidak ada komentar:
Write comments

Untuk menyisipkan kode pendek, gunakan <i rel="code"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan kode panjang, gunakan <i rel="pre"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel="image"> ... URL GAMBAR ... </i>

Update terbaru dari kami ?
Subscribe dibawah ini untuk mendapatkan update terbaru dari kami !