Search This Blog

Gambar tema oleh MichaelJay. Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Halaman

Ikuti Kami

Ikuti Kami di Instagram

Berlangganan Artikel

Jumat, 25 Januari 2019

MENINGKATKAN KEMAMPUAN AKADEMIK ADIK – ADIK DESA BANYUBESI DENGAN BIMBINGAN BELAJAR



Bimbingan belajar (Bimbel) merupakan kegiatan pembelajaran tambahan yang diberikan kepada anak maupun orang dewasa. Kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk memberikan bantuan kepada peserta didik dalam upaya meningkatkan prestasi atau hasil belajar yang lebih optimal di lembaga tempat mereka menuntut ilmu, bimbel adalah pilihan tepat orang tua.   Inilah yang menyebabkan tersedianya berbagai jenis bimbel yang tersebar dimana-mana. Karena setiap orang memiliki kewajiban yang harus dilakukan sepanjang hidupnya, yakni belajar.
Solusi terbaik untuk mengatasi masalah belajar anak adalah lembaga bimbel. Di lembaga tersebut kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak akan terpecahkan. Anak akan mendapatkan beberapa cara bagaimana agar belajar menjadi optimal dan efisien. Kelompok KKN 48 mengadakan bimbingan belajar untuk KB – SD ini agar membantu adik – adik Desa Banyubesi. Memberikan kemudahan serta membantu dalam mengatasi persoalan pelajaran yang mereka anggap sulit. Persoalan yang dihadapi setiap anak akan terpecahkan dengan bantuan dari pembimbing, sehingga lebih mudah dalam menyerap dan memahami pelajaran.

Produk unggulan desa banyu besih (kerupuk bohong)

Kamis, 24 Januari 2019

OPTIMALISASI PERAN PROGRAM PENDIDIKAN DALAM MENGEMBANGKAN MINAT BACA MELALUI RUMAH LITERASI UNTUK MENINGKATKAN MASYARAKAT GEMAR BELAJAR




Salam hangat, admin kali ini akan membahas salah satu program yang diadakan kelompok KKN 48 selama berada di desa banyubesi. Program rumah literasi merupakan program yang bertujuan untuk menumbuhkan minat baca anak-anak Desa Banyubesi jenjang sekolah KB-SD dalam bidang literasi. Selain itu program kerja ini juga bertujuan untuk memperluas wawasan anak-anak Desa Banyubesi terhadap Bahasa Indonesia. Anak-anak Desa Banyubesi yang mayoritas menggunakan Bahasa Madura sebagai alat komunikasi sehari-hari seringkali diketahui masih sangat kesulitan dalam menggunakan Bahasa Indonesia.
Pemahaman literasi dini sangat penting dipahami oleh masyarakat karena menjamurnya lembaga bimbingan belajar baca-tulis-hitung bagi batita dan balita dengan cara yang kurang sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, perlu diberi perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan literasi usia dini berlanjut ke literasi dasar. Dalam pendidikan formal, peran aktif para pemangku kepentingan, yaitu kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, dan pustakawan sangat berpengaruh untuk memfasilitasi pengem- bangan komponen literasi peserta didik. Selain itu, diperlukan juga pendekatan cara belajar-mengajar yang keberpihakannya jelas tertuju kepada komponen-komponen literasi ini
Dengan adanya rumah literasi ini diharapkan meningkatkan minat baca dan gemar belajar anak – anak desa Desa Banyubesi. Serta, memperkaya wawasan dalam berbahasa Indonesia tidak hanya Bahasa Madura sebagai bahasa sehari – hari namun juga ketika berinteraksi dengan masyarakat secara luas yang tidak bisa berbahasa madura.

Senin, 21 Januari 2019

PEDULI KESEHATAN SEJAK DINI, PEMERIKSAAN KESEHATAN BALITA SECARA BERKALA OLEH POLINDES BESERTA KKN 48 UTM JADI SOLUSI





Menjaga kesehatan tidak hanya mengkonsumsi makanan empat sehat lima sempurna. Tetapi juga Imunisasi pada bayi wajib dilakukan. Tiap bayi dibawah umur satu tahunharus mendapatkan imunisasi dasara lengkap. Imunisasi ini berguna untuk mencegah bayi terkena penyakit polio,campak, tuberkulosis (TBC), difteri, pertusis, atau batuk rejan, tetanus, dan hepatitis B.
Polindes atau kepanjangan dari pondok bersalin desa, adalah salah satu bentuk partisipasi atau peran serta masyarakat dalam menyediakan tempat pertolongan persalinan dan pelayanan kesehatan ibu dan anak, termasuk KB yang mana tempat dan lokasinya berada di desa. Polindes hanya dapat dirintis di desa yang telah mempunyai bidan yang tinggal di desa tersebut. Sebagai bentuk peran serta masyarakat, polindes seperti halnya posyandu, dikelola oleh pamong setempat, dalam hal ini kepala desa melalul LKMD nya.
Namun, berbeda dengan posyandu yang pelaksanaan pelayanannya dilakukan oleh kader dan didukung oleh petugas puskesmas, polindes dalam pelaksanaan pelayanannya sangat tergantung pada keberadaan bidan. Hal ini karena pelayanan di polindes merupakan pelayanan profesi kebidanan.
Kader masyarakat yang paling terkait dengan pelayanan di polindes adalah dukun bayi. Karena itu, polindes dimanfaatkan pula sebagai sarana untuk meningkatkan kemitraan bidan dan dukun bayi dalam pertolongan persalinan. Kader posyandu dapat pula berperan di polindes seperti perannya dalam pelaksanaan kegiatan posyandu, yaitu dalam penggerakan sasaran dan penyuluhan. Selain itu bila memungkinkan, kegiatan posyandu dapat dilaksanakan pada tempat yang sama dengan polindes.

  Polindes di desa banyubesi sendiri memiliki jadwal untuk imunisasi :
  • 1.       Umur bayi < 7 hari : jenis imunisasi yang dilakukan ialah pemberian Hepatitis B
  • 2.       Umur bayi < 1 bulan : jenis imunisasi yang dilakukan ialah BCG POLIO 1
  • 3.       Umur bayi < 2 bulan : jenis imunisasi yang dilakukan ialah DPT-HB-Hib 1 POLIO 2
  • 4.       Umur bayi < 3 bulan : jenis imunisasi yang dilakukan ialah DPT-HB-Hib 2 POLIO 3
  • 5.       Umur bayi < 4 bulan : jenis imunisasi yang dilakukan ialah DPT-HB-Hib 3 POLIO 4 IPV
  • 6.       Umur bayi < 9 bulan : jenis imunisasi yang dilakukan ialah CAMPAK

  tidak hanya untuk bayi namun juga untuk lansia juga ada yaitu pemeriksaan 1 bulan sekali terkait :
  • 1.       Berat badan
  • 2.       Tensi
  • 3.       Mata

Polindes juga mengadakan sosisalisasi terkait penyakit tertentu. Bekerja sama dengan satuan acara Posyandu. Sosialisasi yang pernah dilakukan oleh Polindes sebagai berikut :
  • 1.       Difteri
  • 2.       Dbd
  • 3.       Campak
  • 4.       Inveksi saluran pernapasan

  Jika terjadi wabah yang dianggap serius maka polindes akan mengadakan imunisasi secara berkala.

SEJARAH DESA BANYUBESI


Menurut cerita dari beberapa warga desa, konon nama Desa Banyubesi diambil dari kisah orang jawa yang melakukan perjalanan dan datang ke suatu desa dan mengambil air wudlu, karena bersihnya air, orang tersebut takjub dan mengucapkan : “Banyu Bersih”. Kata Banyu berarti “Air”. Jadi Banyu Bersih  bermakna “Air Bersih”. Namun penduduk menyebutnya dengan sebutan Banyubesi karena bagi mereka lebih mudah dalam pengucapannya. Dalam versi lain disebutkan bahawa penduduk desa tersebut salah dengar sehingga menyebut “Banyubesi”. Namun akhirnya nama ini yang kemudian menjadi nama bagi desa tersebut.
            Desa Banyubesi merupakan salah satu desa dari 183 (seratus delapan puluh tiga) desa yang ada di Kabupaten Bangkalan dan merupakan satu dari 18 (delapan belas) desa yang ada di Kecamatan Tragah, Bangkalan (Buku Desa Banyu Besi). Desa Banyubesi memiliki 3 dusun, yaitu ; Dusun Leggung, Dusun Deringan, dan Dusun Bidjenan. Masyarakat di desa Banyubesi tidak kesulitan untuk memperoleh akses air bersih karena letak desa yang dekat dengan sumber Mata Air Pocong yang terletak di Desa Pocong, Kecamatan Tragah, Bangkalan.


KONDISI GEOGRAFIS DESA BANYUBESI



Luas wilayah Desa Banyubesi adalah 119,47 Ha atau 3,57 Km2.. Penggunaan lahan yaitu 94,81 Ha Untuk tanah sawah, 6,10 Ha untuk tanah tegalan, 18,31 Ha untuk bangunan / pekarangan dan untuk 0,25 Ha untuk kebutuhan lainnya (Sumber : Buku Desa Banyubesi). Jarak desa dengan Kota Bangkalan yaitu ±15 Km, Sedangkan jarak desa dengan Kantor Kecamatan Tragah yaitu ±4 Km.
Desa Banyubesi terletak pada ketinggian 24 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan 4.241 mm per tahun (rata – rata curah hujan per hari 32,62 mm).
Batas wilayah Desa Banyubesi adalah :
a.       Sebelah Utara : berbatasan  dengan Desa Jeddung, Kecamatan Tragah.
b.       Sebelah Timur : berbatasan dengan Desa Karang Leman, Kecamatan Tragah.
c.       Sebelah Selatan : berbatasan dengan Desa Tragah, Kecamatan Tragah.
d.       Sebelah Barat : berbatasan dengan Desa Pamorah,Kecamatan Tragah.


Rabu, 09 Januari 2019

KELOMPOK KKN 48 UTM BELAJAR MEMBUAT KERUPUK BOHONG DI SALAH SATU RUMAH WARGA




Potensi di bidang industri yang banyak dikembangkan masyarakat Desa Banyubesi adalah sebagai produsen kerupuk khususnya Kerupuk Bohong. Kerupuk Bohong merupakan sebutan masyarakat setempat terhadap jenis kerupuk yang terbuat dari bahan baku singkong. Proses pembuatan kerupuk ini hampir sama dengan kerupuk tepung atau kerupuk puli pada umumnya yaitu melalui proses perebusan, penirisan, penyisiran menjadi bentuk yang tipis, pengeringan dan penggorengan. Yang membedakan Kerupuk Bohong dengan kerupuk puli pada umumnya adalah bahan baku kerupuk yang berasal dari parutan halus daging buah singkong dan campuran tepung kanji. Hal ini memberikan ciri khas rasa, tekstur dan kerenyahan tersendiri bagi kerupuk satu ini.

PENANAMAN POHON KERJA SAMA DENGAN KORAMIL DAN BEBERAPA KELOMPOK KKN KECAMATAN TRAGAH




Penanaman pohon mahoni bersama Danramil disepanjang jalan Tangkel. Yang dilaksanakan bersama seluruh kelompok KKN yang  sedang mengabdi dibeberapa desa di kecamatan tragah. Saat ini pepohonan sebagai sumber dasar kayu semakin berkurang akibat bertambahnya jumlah penduduk yang membutuhkan kayu untuk berbagai macam kebutuhan hidup, serta berkembangnya pengetahuan manusia yang memanfaatkan pepohonan untuk berbagai macam kegunaan. Selain itu pepohonan sangat dibutuhkan oleh mahkluk hidup sebagai penyeimbang lingkungan. Maka dari itu kita harus melakukan penghijauan. Pengijauan dalam arti luas adalah segala daya upaya untuk memulihkan, memelihara, dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan.

Penghijauan memiliki beberapa manfaat diantaranya sebagai paru-paru kota, dimana pada pertumbuhannya menghasilkan oksigen yang sangat diperlukan untuk pernapasan makhluk hidup. Manfaat penghijauan yang lain adalah sebagai pengatur lingkungan, karena vegetasinya akan menimbulkan hawa lingkungan setempat yang sejuk dan nyaman.Selain itu, penghijauan juga dapat mengurangi polusi udara, vegetasinya dapat menyerap polutan tertentu serta dapat menyaring debu yang banyak kita temukan di udara Jakarta. Manfaat penghijauan yang terakhir adalah sebagai pencipta lingkungan hidup dalam istilah ilmu ekologis.Penghijauan dapat menciptakan ruang hidup bagi makhluk hidup di alam, memungkinkan terjadinya interaksi secara alamiah.

"Rokat Disa" Wujud Doa dan Syukur Banyubesi untuk Hasil Limpahan Panen



Upacara Rokat Disa (ruwat desa) merupakan peristiwa adat yang secara tradisional terjadi turun temurun di sebuah desa. Hal ini menunjukkan perhatian masyarakat setempat terhadap desanya sebagai bentuk usaha untuk memberikan nilai agar desanya hidup makmur, pertanian subur, tentram, aman dan mendapat berkah dari Yang Maha Kuasa. Selain itu, rokat disa juga dilakukan sebagai bentuk pencegahan serangan hama terhadap hasil panen mereka. Acara yang berlangsung kental dengan adat istiadatnya ini berlangsung pada hari Jumat, 4 Januari 2019. Seluruh masyarakat Desa Banyubesi tumpah ruah di perempatan utama desa ba'da shalat Jumat untuk memeriahkan acara. 
Prosesi acara mula-mula dilakukan dengan para wanita desa mengumpulkan nasi tumpang di lokasi. Setelah nasi tumpang banyak terkumpul, pemuka agama desa akan memanjatkan doa agar panen melimpah ruah tanpa adanya serangan hama. Kemudian dilanjutkan dengan para warga memperebutkan seserahan dan sebagian warga yang lain mengibaskan daun kepada waraga yang tengah memperebutkan seserahan. Hal itu bukan tanpa filosofis. Menurut keterangan ibu kepala desa hal tersebut bertujuan agar buah yang ditanam dapat tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah nantinya. 

MEMBANTU KEGIATAN MENANAM PADI DI SAWAH SALAH SATU WARGA DESA




Salam hangat para pembaca yang budiman, kali ini teman – teman kelompok KKN 48 melakukan  kegiatan bercocok tanam padi di lahan sawah milik salah satu warga desa banyu besi. Komoditi yang ada disaat musim penghujan adalah padi. teman – teman KKN 48 tidak hanya membantu bercocok tanam namun dari beberapa teman mendapatkan pengalaman baru dari bercocok tanam padi.dari apa yang dilakukan oleh teman – teman pembelajaran yang bisa didapatkan adalah menghargai makanan karena dibalik makanan yang kita makan terdapat kerja keras seorang petani dalam menanam dan merawat hingga memanen hasilnya.

SENAM BERSAMA KELOMPOK KKN 48 BERSAMA ANAK - ANAK DESA BANYU BESI



Salam hangat dari admin, kali ini kelompok KKN 48 melakukan kegiatan senam bersama anak – anak Desa Banyu Besi. senam merupakan suatu cabang olahraga yang melibatkan performa gerakan yang membutuhkan kekuatan, kecepatan dan keserasian gerakan fisik yang teratur. Bentuk modern dari senam ialah : Palang tak seimbang, balok keseimbangan, senam lantai. Bentuk-bentuk tersebut konon berkembang dari latihan yang digunakan oleh bangsa Yunani kuno untuk menaiki dan menuruni seekor kuda dan pertunjukan sirkus. Senam biasa digunakan orang untuk rekreasi, relaksasi atau menenangkan pikiran, biasanya ada yang melakukannya di rumah, di tempat fitness, di gymnasium maupun di sekolah. Sekarang, sejak kecil banyak anak sudah terbiasa diajarkan senam, baik oleh orang tua, maupun oleh pengajar olahraga di sekolah.
Senam sangat penting untuk pembentukan kelenturan tubuh, yang menjadi arti penting bagi kelangsungan hidup manusia. Senam ada berbagai macam, diantaranya senam lantai, senam hamil, senam aerobik, senam pramuka, Senam Kesegaran Jasmani (SKJ), dll. Biasanya di sekolah dasar, guru-guru mengajarkan senam-senam yang mudah dicerna oleh murid, seperti SKJ dan senam pramuka. Namun ketika beranjak remaja, banyak orang melakukan senam aerobik, ataupun senam lain termasuk meditasi untuk menenangkan diri. KKN 48 bersama anak-anak Desa Banyu Besi mengadakan senam sehat.

            Lokasi dilaksanakannya  senam yaitu di posko KKN 48. Dipimpin oleh mahasiswa PG PAUD yang mengetahui tentang berbagai variasi senam sehat ceria, senam Gemari, senam Pinguin, senam baby shark. Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka dengan semangat mengikuti tiap gerakan yang dicontohkan oleh instruktur senam di depan.

PEMAPARAN PROGRAM KERJA KELOMPOK KKN 48



Salam hangat dari admin untuk para pembaca yang budiman, Kelompok KKN 48 mengadakan diskusi bersama Kepala Desa Banyu Besi beserta Perangkat desa dan Karang Taruna (SAKABES) terkait dengan program kerja yang akan dilakukan Kelompok KKN 48 selama berada di Desa Banyu Besi,Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan.

48 Siap Mengabdi Untuk Banyubesi Berpotensi!


KEDATANGAN KELOMPOK KKN 48 UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

Kali ini admin kembali dengan informasi terbaru seputar KKN dari Universitas Trunojoyo Madura. KKN Tematik Gasal 2018 kali ini mengusung konsep KKN Tematik Mandiri, yang dalam prosesnya setiap mahasiswa dilatih untuk menjadi pribadi yang mandiri. Mandiri dalam konsep tersebut dimulai dengan masing-masing mahasiswa yang mencari dan menentukan sendiri anggota kelompoknya sesuai dengan kriteria yang diajukan oleh LPPM. Selanjutnya, masing-masing kelompok juga mencari desa yang akan menjadi tujuannya dalam melaksanakan KKN.

Kali ini kelompok KKN UTM 48 mendapatkan kesempatan untuk mengabdi di Desa Banyubesi, Kec. Tragah, Kab. Bangkalan. Kelompok KKN UTM 48 terdiri dari 12 mahasiswa, dengan rincian 9 mahasiswa perempuan dan 3 mahasiswa laki-laki. Masing-masing berasal dari berbagai program studi, seperti, Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Pendidikan Informatika (PIF), Ilmu Hukum, Teknik Elektro, Teknik Mekatronika, .Ekonomi Syariah, Manajemen (Ekonomi dan Bisnis).Pengabdian ini berlangsung pada tanggal 26 Desember 2018 sampai 23 Januari 2018. Adanya pengabdian ini diharapkan dapat mengembangan potensi desa serta mengenalkan Desa Banyu Besi, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan agar dikenal khalayak luas.

Update terbaru dari kami ?
Subscribe dibawah ini untuk mendapatkan update terbaru dari kami !