Search This Blog

Gambar tema oleh MichaelJay. Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Artikel Populer

Halaman

Ikuti Kami

Ikuti Kami di Instagram

Berlangganan Artikel

Search This Blog

Gambar tema oleh MichaelJay. Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Ikuti Kami

Ikuti Kami di Instagram

Berlangganan Artikel

Senin, 23 Juli 2018

Desa Kami Desa BKKBN



   Kampung KB adalah salah satu mandat dari pemerintahan yang ditujukan oleh BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) yang tidak hanya terbatas pada masalah Pembangunan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera saja, tapi juga masalah tentang Pengendalian penduduk. Melalui Kampung KB ini diharapkan akan mampu memunculkan berbagai inovasi strategis yang dapat dijadikan sebagai sebuah ikon untuk dapat mengimplementasikan berbagai program prioritas dilapangan terutama yang terkait dengan program KKBPK dan program lintas sektoral lainnya secara utuh dan terpadu khususnya di wilayah Desa Banyubesi Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan.
   Tujuan BKKBN menjadikan desa Banyubesi menjadi kampong KB bukan tanpa alasan, yaitu untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa melalui program kependudukan, Keluarga Berencana dan pembangunan keluarga serta pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil yang bahagia, sejahtera dan berkualitas.
   Dari 111 tim KKN Tematik tahun 2017/2018 Universitas Trunojoyo Madura, 10 diantaranya mendapatkan tugas tambahan dari BKKBN provinsi untuk melaksanakan program kerja BKKBN provinsi dengan ketentuan ketentuan yang berlaku, khususnya tim KKN Tematik 30 desa Banyubesi. Program kerja BKKBN yang harus dilaksanakan 10 tim KKN tersebut adalah Pojok Kependudukan dan Rumah Data, untuk program kerja tambahan misalnya sosialisasi, penyuluhan, imunisasi dll.


1. Pojok Kependudukan
   PK ini adalah salah satu sumber belajar dan informasi bagi masayarkat banyubesi yang berisi tentang materi materi yang berkaitan dengan kependudukan yang ditujukan dalam upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat banyubesi pada masalah kependudukan. Pojok Kependudukan ini di tempatkan di depan basecamp SAKABES Banyubesi, karena basecamp tersebut berada di tempat yang sangat strategis dan termasuk pusat tempat berkumpulnya masyarakat untuk mengikuti kegitan kegiatan desa, seperti rapat, sosialisasi dll selain dibalai desa. Hal ini menjadi peluang besar untuk tim KKN 30 memperoleh goal yang maksimal untuk program pojok kependudukan ini. Pojok Kependudukan ini di design semenarik mungkin dengan madding yang terbuat dari kaca lengkap dengan kuncinya dan hiasan yang mengitarinya. Bukan hanya soal design yang menarik, tujuan utama dari pembuatan Pojok Kependudukan ini tidak terlupakan, yaitu menyediakan informasi kepada masyarakat Banyubesi tentang kependudukan,PUS, Peta keluarga, KB (BKB,BKR dan BKL) dalam bentuk data statistik dari BKKBN Kabupaten, poster poster yang berhubungan dengan program BKKBN yang telah di canangkan. Dengan adanya Pojok Kependudukan tersebut, diharapkan dapat menjadi pusat informasi dan fasilitas tambahan untuk masyarakat Banyubesi tentang informasi terupdate tentang KB dan kependudukan.

2. Rumah Data
   Program Rumah Data ini adalah salah satu rumah yang di fungsikan sebagai pusat data dan intervensi masalah kependudukan bagi masayarakat yang mencakup sistem pemanfaatan data kependudukan mulai dari mengunduh, membaca, ,mengidentifikasi, memverifikasi dan menentukan pilihan data kependudukan, yang bersumber dari, oleh dan untuk masyarakat dalam upaya peningkatan kesejahteraan masayarakat di kampung KB (desa Banyubesi). Rumah data ini juga di tempatkan di basecamp SAKABES Banyubesi , tetapi ada dilam ruanagan, kita mengambil setengah dari basecamp mereka atas persetujuan kades dan karang taruna. Tidak jauh berbeda dengan Pojok Kependudukan, di rumah data tersebut juga menjadi pusat data dan fasilitas tambahan untuk masyarakat mengenai kependudukan dan KB. Di rumah data ini masyarakat sudah disediakan kursi, meja dan almari untuk menaruh buku buku tentang KB yang di design semenarik mungkin untuk memikat hati masayrakat sekitar untuk mengunjungi rumah data yang sudah di buat oleh tim KKN 30 . Berbeda dengan Pojok Kepenedudukan yang hanya bisa di baca oleh masayarakat, tapi di rumah data ini, masyarakat bisa membaca,mengambil,mengunduh buku buku, poster,brosur,data statistic terupdate tentang KB dan kependudukan yang diperoleh dari berbagai sumber, seperti BKKBN Provinsi,Kabupaten, PLKB Tragah dan bidan desa.
   Dengan adanya rumah data tersebut, diharapkan masyarakat Banyubesi dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik, juga untuk menambah dan mengetahui informasi terupdate tentang kependudukan, KB dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pemerintah “ayo ikut KB, 2 anak cukup”.

3. Penyuluhan KB oleh PLKB Tragah
   2 Agustus 2018, adalah tanggal dimana tim KKN 30 Universitas Trunojoyo Madura berkolaborasi dengan PLKB Tragah melakukan penyuluhan tettang KB di desa Banyubesi. Penyuluhan tersebut dimulai dari jam 10 pagi pada hari kamis dengan penyuluh atau pemateri dari PLKB Tragah (Ibu Ninik,Fatmawati,Iis Nurhayati dan bapak Soleh selaku koordianator) dan di hadiri oleh masyarakat Banyubesi yang bertempat di bascamp SAKABES (tempat Pojok Kependudukan dan Rumah Data) sekaligus untuk mempromosikan Pojok Kependudukan dan Rumah data yang telah di buat oleh KKN 30. Target dari penyuluhan tersebut adalah usia produktif PUS dan remaja, termasuk tim kkn sendiri yang ikut menjadi peserta. Materi yang di sampaikan meliputi tentang asal usul desa Banyubesi dijadikan kampung KB, BKB,BKR,KBL, alat kontrasepsi dll. Penyuluhan ini sangat bermanfaat dan mendapatkan kesan baik bagi masyarakat desa Banyubesi, terutama kaum usia produktif dan PUS (pasangan usia subur), karena dengan penyuluhan tersebut, mereka dapat menambah pengetahuan semua tentang KB dan bisa merubah mindset mereka tentang KB, contohnya : KB berarti bukan menghentikan atau melarang pasangan untuk mempunyai banyak anak, tetapi untuk mengatur jarak kelahiran per anak. Pemateri juga menjelaskan kenapa harus ada jarak kelahiran per anak ? karena dalam KB bukan hanya berbicara tentang alat kontrasepsi dan reproduksi, tetapi jaminan kasih saying yang cukup untuk anak dari orang tua dan kesehatan balita anak juga di bahas dalam hal tersebut.
   Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat desa Banyubesi terutama untuk usia produktif dan PUS (pasangan usia subur) dan menambah ilmu pengetahuan dan sedikit dapat merubah mindset masyarakat tentang KB.






_____

Untuk menyisipkan kode pendek, gunakan <i rel="code"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan kode panjang, gunakan <i rel="pre"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel="image"> ... URL GAMBAR ... </i>

Update terbaru dari kami ?
Subscribe dibawah ini untuk mendapatkan update terbaru dari kami !